"Mengapa kau mencintai ku? apa tak ada orang lain yang dapat kau cintai? Mengapa harus aku?"
"Karna aku mencintaimu, untuk apa aku harus punya alasan atas hal yang paling indah di hidupku? aku bahagia denganmu"
***
Toronto, Canada, hari itu salju, jejak kaki terlihat jelas, dengan sepatu boots salju yang baru kemarin sja ia beli, seorang perempuan berjalan menuju perpustakaan favoritnya itu.
"Selamat Pagi, gadis kecil!" kata kakek penjaga perpustakaan itu
"Mr.Lucas, aku bukan lagi gadis kecil, aku sudah 18 tahun! Ingat itu!" kata Alice dengan wajah kesal
"Baiklah Alice, kau memang sudah dewasa" kata Mr.Lucas pada Alice
Alice menyusuri lorong perpusatakaan, mencari buku yang akan ia baca, ia melirik-lirik setiap rak buku, hingga, ia sampai pada celah di rak buku, terlihat, seorang laki-laki duduk sendiri dengan wajah pucat, rambut coklat, mata indah bagaikan salju dingin di lautan, namun mata indah itu juga sedang merasakan kesedihan yang mendalam
Alice, yang melihat laki-laki itu, mengambil sebuah buku secara acak, lalu bergegas duduk disamping laki-laki itu.Melirik-lirik pada buku yang dibaca oleh laki-laki itu, buku itu berjudul Hamlet oleh William Shakespeare.
"Wah! ceritanya keren! kayaknya mau aku baca juga!" teriak Alice mendekatkan matanya pada buku tersebut, seketika, laki-laki itu menunjukkan wajah kesal pada Alice, "Maaf! aku tadi kecoplosan! Maafkan aku!" kata Alice berkali-kali
Laki-laki itu tak menjawab, lalu pergi meninggalkan Alice sendiri. Ia meninggalkan buku itu dimeja. Dipikiran Alice, ia telah melakukan kesalahan besar. kata ibu Alice "Jika kamu meminta maaf, dan orang itu tak menjawab maafmu, memohon lagi padanya untuk memaafkan mu!"
Alice membawa buku Hamlet itu pada Mr.Lucas
"Mr.Lucas, siapa laki-laki yang tadi membaca buku ini?" tanya Alice pada Mr.Lucas
"Coba kau lihat bagian belakang dari buku itu" kata Mr.Lucas
Alice membalikkan bukunya, lalu terdapat daftar dari peminjam buku tersebut.tertulis sebuah nama yaitu ADRIAN HAZEL
"Adrian Hazel?" kata Alice
"Aku akan melihat daftar pelanggan dari perpustakaan" kata Mr.Lucas lalu menggambil sebuah buku tebal berwarna biru
"Ini dia! Adrian Hazel! alamat Jl.XXX,no X, Toronto. Agak jauh dari sini gadis kecil, apakah kau ingin kesana?" tanya Mr.Lucas
"Aku akan membuktikan! Aku ini orang baik Mr.Lucas!" Teriak Alice bersemangat lalu lari membawa buku Hamlet itu
Mr.Lucas: (?)
Alice berlari ke halte menuju alamat Adrian Hazel itu. Ia sempat tertidur di bus karna lelah berlari dari perpustakaan menuju halte terdekat
Alice pun terbangun, menyadari dirinya tidur nyenyak ia pun memerhatikan sekitar, apakah sudah sampai di tujuan Alice.Bus telah ingin berangkat dari tujuan Alice. "STOPP!!" teriak Alice yang mengagetkan seluruh isi bus. "Aku akan turun disini, terimakasih!" Kata Alice, lalu turun dari bus
Dia pun mengusap matanya yang baru-baru bangun itu, tiba-tiba, ia menghirup aroma roti yang sangat lezat, ia pun mencari asal roti itu. Sampailah ia di sebuah Bakery yang ternyata penjual bunga juga. Bunga-bunga itu menambah suasana nyaman di Bakery kecil itu.Alice masuk ke Bakery itu
Ia melihat sangat banyak macam roti yang terlihat sangat lezat.
"Hai, selamat datang! Mau pesan apa nona manis?" tanya seorang perempuan dengan apron putih yang bertuliskan ABEL
"umm, menu yang paling enak apa yah?" tanya Alice
"kalau mau yang paling laris sih beli yang ada selai Hazelnutnya kak" kata Abel
Tiba-tiba, Alice teringat sesuatu......
.........
"OMG, HAZEL!!" teriak Alice
tiba-tiba dibelakang Alice terdengar suara seorang laki-laki
"Maaf ya, ada apa?" tanya laki-laki itu, laki-laki dengan rambut cokelat, mata winter ocean, apron putih dengan nama Hazel
"HAZEL!!" teriak Alice lagi
Hazel hanya menunjukkan wajah kesal yang sama pada Alice.
***
Mentari bersinar menyinari Bakery kecil milik Hazel itu. Alice disuguhkan dengan roti yang masih hangat dengan secangkir teh, dimejanya terdapat vas bunga dengan bunga-bunga yang menghidupkan suasana yang nyaman, tepat dihadapan Alice yang sedang duduk, didepannya terdapat laki-laki yang sama dengan roti yang sedang dimakan Alice, Hazel(nut)
"Kenapa kau ada disini?" tanya Hazel dengan tatapan tajamnya
Hazel pun melirik dengan satu-satunya barang yang dibawa oleh Alice
"Kau membawa buku ini? untuk apa? aku telah memberikannya untukmu" kata Hazel pada Alice dengan nada-nada datar
"Uh, Dingin!" kata Alice mengusap-usap lengan kanannya
Hazel(nut): Kacang
"Hei wanita aneh! aku sedang bicara! kenapa kau tak mendengarkanku?!" kata Hazel kesal
"Aku mendengarkanmu kok! Aku bilang dingin karna kamu bicara itu dingin dan cuek!" kata Alice pembelaan pada Hazel
"Lalu, apa tujuan mu datang kesini? bikin emosi?" tanya Hazel yang daritadi kepalanya berapi-api
"Aku datang kesini untuk meminta maaf dan ingin mengembalikan buku ini padamu, aku berjanji tak akan melakukan kesalahan yang sama!" kata Alice menunduk sambil memberikan buku itu
"Tidak usah, kamu bilang kan kamu ingin membacanya, baca saja!" kata Hazel lalu memalingkan pandangannya dari Alice
"Tapi kamu meminjamnya lebih dahulu! jadi silahkan dibaca!" kata Alice
"Tidak usah!" kata Hazel lalu meninggalkan Alice lalu masuk ke dapur bakery
Alice terdiam sejenak, lalu ia pun menghampiri Abel untuk membayar roti dan teh yang ia makan dan minum tadi
"Nama kamu siapa?" tanya Abel
"Ah, Aku Alice..."kata Alice dengan suara pelan, mungkin karna sudah di teriaki oleh Hazel dan ditolak
"Aku Abel, adiknya Hazel, orang yang tadi cuek itu, apakah kau ingin mengambil nomornya?" tanya Abel menawarkan
"Benarkah? Jadi aku bisa minta maaf padanya?" kata Alice kembali bersemangat
"Iyalah!" kata Abel
Abel pun memberikan Alice nomor Hazel tanpa sepengetahuan Hazel. Abel memang seperti itu, terakhir, ia memberikan nomor kakaknya pada seorang ladyboy
Alice pulang dengan senyum lebar, berharap bahwa ia dapat dimaafkan oleh Hazel, permintaan maafnya itu diterima ketika buku Hamlet itu diterima oleh Hazel
Alice pun pulang ke rumahnya, membawa buku Hamlet itu, ia pun berbaring dikamarnya sambil menatap buku yang ia letakkan di mejanya itu
tiba-tiba notif Line nya berbunyi,pesan dari Abel, pegawai bakery sekaligus adik dari Hazel
"Hai kak!, aku ada pemberitahuan penting nih!" pesan Abel
"Ada apa yah?" balas Alice
"Kak Hazel ulangtahun besok loh!" balas Abel
Alice lompat-lompat di kasurnya, masih mengharapkan permintaan maafnya diterima oleh seorang Hazel yang sukar untuk didekati
Alice meminta izin pada ibunya untuk pergi ke toko terdekat untuk membeli hadiah untuk Hazel
Alice membeli gelang, warna hitam putih bertuliskan "Maafkan aku dari Alice". Mungkin dalam pikiran Hazel nantinya, itulah hadiah terniat dan teraneh dari wanita yang bahkan ia tak ketahui namanya. Tapi siapa sangka, itu adalah hadiah terindah dalam hidupnya, Nanti...
Komentar
Posting Komentar